Ular Kucing
Tutul
Boiga Multomaculata
|
Famili :
|
Colubridae
|
|
Genus :
|
Boiga
|
|
Spesies :
|
B.
multomaculata
|
|
Taring :
|
Ophistoglypha
|
|
Racun :
|
Menengah
|
|
Reproduksi :
|
Ovipar
(bertelur)
|
|
Size
max :
|
65CM
|
|
Penemu :
|
Boie, 1827
|
Penyebaran
India bagian timur laut (Benggala),
Bangladesh, Myanmar, Laos Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, Singapura,
dan Indonesia di pulau We, Nias, Sumatera, Mentawai, Kepulauan Riau,
Bangka-Belitung, Jawa, Tinjil, Karimunjawa, Bali, Kalimantan,
dan Sulawesi).
Perilaku
Ular kucing tutul ini lebih cendrung hidup di atas
pepohonan semak-semak dan kadang kala akan turun ke tanah apa bila ada predator
yang mengancam dan ia lebih sering meminum air embun yang berada di atas
permukaan kulitnya maupun didedaunan.
Makanan
Ular ini lebih cendrung memangsa kadal kecil dan cicak
dan bahkan dia bisa memangsa bayi-bayi burung yang asih kecil.
Reproduksi
Seokor
boiga betina akan membuahkan telur sekitar 5 sampai 7 butir disetiap musim
kawin-nya. Dan telur boiga ini akan menetas antara 53 sampai 64 hari lamanya.
Dan saat itu pula bayi-bayi boiga akan menetas dan dalam jangka waktu beberapa
hari setelah penetasan boiga tutul ini siap menjadi predator untuk makanan
pertamanya. Boiga ini sangatlah pintar memilih untuk makanannya. Akan tetapi
dipenangkaran ular ini lbih cendrung cepat beradap tasi pada lingkungan
sekitar.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar