Ular Siput
Pareas carinatus
|
Famili :
|
Pareatidae
|
|
Genus :
|
Pareas
|
|
Spesies :
|
P. carinatus
|
|
Taring :
|
Aglypha
|
|
Racun :
|
Tidak berbisa
|
|
Reproduksi :
|
Ovipar (bertelur)
|
|
Size max :
|
60CM
|
|
Penemu :
|
Wagler, 1830
|
Penyebaran
Ular siput ini menyebar luas di Asia Tenggara, mulai dari Burma, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, Cina selatan (Yunnan), Semenanjung Malaya, serta Indonesia (Borneo, Sumatra, Jawa, Bali, dan Lombok).
Perilaku
Ular ini aktif pada malam hari (Nocturnal) dan pada siang
harinya ia hanya melingkarkan badannya dibawah daun-daun yang berserakan atau
diranting pepohonan pendek. Ular siput mempunyai karakter yang unik, dia akan
menggumpal bila sedang stres dan cendrung jinak pada manusia akan tetapi saat
dirinya terancam ia akan bersikap agresif pada apapun yang mengganggunya.
Makanan
Ular siput memakan hampir semua jenis siput mulai dari siput
yang memiliki cangkang maupun siput tanpa cangkaang. Dan sampai sejauh ini
belum diketahui makanannya selain siput.
Reproduksi
Ular siput bereproduksi dengan cara bertelur. Ia akan
bertelur sekitar 6 sampai 10 setiap musimnya dan akan menetas setelah 54hari
lamanya.
Tips and Trick
Saya tidak menyarankan pemeliharaan untuk pemula, karena ular siput
memiliki ini enggan untuk memakan di tempat penangkaran dan sulit untuk mencari
makanan nya di kawasan pusat kota. Walaupun jinak dan tidak berbisa akan tetapi
ia bukanlah untuk para pemula yang baru saja memelihara ular.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar